Batu Akik Khas Mamuju Ini Diburu Karena Ritual Gaib
Demam batu akik belum reda di Makassar. Dapat dibuktikan, perburuan bongkahan batu sampai mesti meniti jalur terjal pegunungan masihlah selalu dikerjakan beberapa penggemarnya.
Bahkan juga, seringkali beberapa pelakunya mesti mengadakan ritual spesial untuk dapat memperoleh batu yang dikehendaki.
Satu diantaranya, di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar). Untuk dapat memperoleh bongkahan batu akik Manakarra, beberapa pemburu mesti mengadakan sesajen serta memotong ayam hitam atau di kenal dengan nama ayam Cemani.
Batu Manakarra mempunyai ciri khas mempunyai kandungan zat besi yang cukup tinggi. Batu ini cuma ada di desa Botteng, Kabupaten Mamuju, Sulbar.
" Temukan batu ini begitu susah lantaran letaknya 5 mtr. dibawah permukaan tanah, " kata Awin (22) warga desa Botteng, Kab. Mamuju, Sulbar yang didapati di kontes batu akik yang di gelar di Pasar Fresh Panakukang Makassar, Kamis
Awin megatakan batu Manakarra susah di cari hingga masihlah ada grup orang-orang yang yakini mencari batu itu lewat cara mengadakan ritual.
Batu Manakarra nilainya mahal terkecuali di buat jadi batu akik juga jadikan batu hiasan oleh beberapa turis mancanegara. Jadi dari suku tionghoa, juga jadikan batu ramaiarma untuk jadikan mediasi penyembahan.
" Bila mereka dapatkan batu itu dia membakar sesajen serta dupa dan rokok " kata Arwin.
Batu Manakarra, kata Awin walau diketemukan di lokasi gunung namun mempunyai bentuk yang serupa type batu karang laut. Warnanya juga bermacam yaitu hijau, hitam, ungu apabila terserang sinar warnanya begitu mencolok.
" Saat ini batu Manakarra cuma di jual berbentuk hiasan meja atau hiasan yang lain. Harga nya sebagai batu hiasan s/d beberapa puluh juta bergantung penggemar batunya, " kata Awin.
Banyak daerah di Sulselbar mempunyai batu akik khas. Di Kabupaten Bone, Sulsel ada batu akik fire opal, di Kabupaten Enrekang, Sulsel ada batu akik sisik naga.
