Kasus Pedofil JIS Hanya Rekayasa Demi Uang, Ribuan Netter Tanda Tangani Petisi

-

Masih ingatkah Anda tentang kasus pelecehan seksual yang terjadi di Jakarta International School (JIS) 2014 silam?
Dilansir dari wikipedia, kasus ini bermula dari laporan korban berinisial AK kepada orangtuanya atas dugaan tindakan sodomi, yang kemudian diikuti laporan dari orangtua lainnya.
Pada Awalnya hanya lima tersangka tenaga kebersihan bernama Afrischa Setyani, Agun Iskandar, Virgiawan Amin alias Awan, Syahrial, dan Zainal Abidin yang ditangkap.
Namun kasus ini terus berkembang sehingga melibatkan guru seperti Neil Bantleman dan Ferdinant Tjong, keduanya ditetapkan sebagai tersangka.
Seiring pemeriksaan, daftar korban bertambah menjadi tiga orang, yaitu AL, AK, dan DS.

Ibu T, pelapor dalam kasus JIS
Namun seiring berjalannya persidangan, kasus ini diragukan dan penuh rekayasa.
Kasus ini dinilai bahwa tindakan polisi kurang hati-hati, tidak independen dan memaksakan sebuah kasus dari bukti-bukti yang sangat lemah.
Kasus ini bahkan telah menewaskan salah satu tersangka bernama Azwar karena dianggap melakukan tindakan bunuh diri.
Tewasnya Azwar pada 26 April 2014 lalu yang diduga sengaja minum cairan pembersih juga diragukan kebenarannya.
Proses peradilan kasus ini pun masih berjalan sampai sekarang.
Meskipun kasus ini mulai kurang mendapat perhatian masyarakat Indonesia, perlahan kejanggalan kasus JIS mulai diperbincangkan lagi oleh netter.
Bermula dari akun Twitter bernama @kurawa yang merupakan seorang Forensic Auditor, ia membagikan fakta beserta bukti dibalik kasus JIS yang ternyata penuh rekayasa.di ( (klik untuk baca detail kasus :  kaskus  )
dalam sebuah video hotman paris juga menyebutkan  bahwa kasus pedofil JIS hanya rekaya demi uang ratusan juta dollar , berikut videonya :


Dan juga ribuan netter tanda tangani petisi  di https://www.change.org 
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Dreamteknopedia. Diberdayakan oleh Blogger.