Tulisan Gilang Kazuya Shimura Menanggapi Tulisan Afi Nihaya Faradisa Soal Agama "Warisan"
![]() |
Setiap
anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, kecuali orang tuanya yang
menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi.” (HR Bukhari 1296).
Tugas
manusia adalah mencari jati diri nya, makanya setiap manusia dikasih
otak buat berpikir lewat tanda-tanda yang Allah kasih. Makanya kita yang
muslim nyebut muallaf sebagai “kembali ke fitrah”, karena sejati nya
dia kembali ke jati diri nya yang asli.
Masalah
bersitegang, ah adek ini kayak anak SD aja, jangankan soal iman dek,
soal artis korea aja masih pada ngotot siapa yang paling ganteng /
cantik, apalagi soal prinsip.
Agama
itu prinsip hidup dek, kalau kita menganggap semua agama benar, apa
beda nya dengan balita yang gak bisa bedain mana kacang mana kecoak?
Soal islam agama yang benar, kan udah ada dek ayat nya di Al-Baqarah
ayat 2, penegasan nya ada di surat Yunus ayat 37-38. Kakak berani
taruhan, nggak ada ayat-ayat setegas ini di agama lain. Coba aja adek
cek, kalau adek udah gak sibuk sama wawancara dari orang-orang yang
(maaf) sok bijak.
Maksud adek jangan sesekali menjadi Tuhan gimana dek? Karena kita melabeli orang sebagai kafir dan masuk neraka?
Mungkin
adek meradang sama mereka yang melabeli orang dengan sebutan kafir,
tapi adek tau gak kalau mereka cuma mencocokkan identitas mereka dengan
apa yang ada di Alquran? Gak ada beda nya dek sama petugas warnet yang
disuruh pemilik warnet untuk melabeli tingkat pendidikan dari seragam
yang dipakai, gak lebih. Tapi apa dengan itu si petugas langsung merasa
jadi pemilik warnet? Nggak kan.
Gak
usah pake bayangkan dek, adek pernah baca Al-baqarah ayat 256 gak?
Kalau iya, aneh kalau adek masih bilang islam memaksa orang lain pindah
agama. Lagipula liat aja dek sejarah nya, agama mana yang paling suka
memaksa orang lain memeluk agama mereka ketika mereka menjadi mayoritas,
buka mata dan jadilah orang dewasa dek.
Semua
orang berhak mengklaim agama mereka yang terbaik, gak ada yang larang
kok, wong iklan detergen aja bilang produk mereka yang terbaik. Tapi
masalahnya, sejauh mana akal pikiran kita dipakai buat mencari kebenaran
yang paling benar, bukan kebenaran atas dasar pingin tenar. Balik lagi
ke tantangan yang kakak sebutkan diatas, adakah agama lain yang punya
ayat setegas Al-Baqarah ayat 2?
Label
neraka atau surga, itu juga gak lebih kayak guru yang bilang ke murid
nya yang pemalas bahwa dia gak bakalan naik kelas. Logis toh? Gimana
cara nya naik kelas kalau belajar aja nggak? Sama kayak label neraka,
gimana mau masuk surga kalau sama Allah aja gak percaya?
Tidak
ada dek yang meragukan kekuasaan Tuhan, tapiiii… Baca lagi ya dek
sejarah nya, Allah gak pernah membuat agama lain selain Islam,
orang-orang dhalim lah yang memutar balikkan fakta menjadi agama-agama
baru yang beraneka ragam. Itu juga jadi salah satu bukti kekuasaan Allah
& salah satu bentuk ujian di dunia untuk makhluk-Nya. Makanya
banyak baca ya dek, mumpung masih muda 
Soal
kerukunan dek, kita bandingin aja yuk arab saudi vs italia, negara yang
mewakili dua agama terbesar di dunia, di negara mana terjadi lebih
banyak kriminalitas? Mohon bandingin nya pake akal sehat yah dek, jangan
pake kebencian terhadap kaum bergamis.
Yang
nama nya mayoritas, wajar kok kalau mereka menerapkan hukum mereka,
analogi nya, di rumah adek, yang berlaku adalah adat istiadat di
keluarga dek Afi kan? Kalau semisal ada orang lain yang ujug-ujug dateng
ke rumah adek dan maksa keluarga adek ikutin adat istiadat dia, apa
adek mau terima?
Adek
kayaknya beneran gak tau ya sejarah pancasila? Clue nya jelas dek, sila
ke satu apa? Agama apa yang sepaham dengan sila ke satu? Adek harus
tau, bahwa dasar negara kita yang paling inti diambil dari Alquran,
bukan dari injil, weda, tripitaka atau kitab lain nya. Makanya kakak
aneh liat tulisan adek yang bilang dasar negara gak boleh dari salah
satu agama. Tanah yang kamu pijak itu juga bisa terbebas dari penjajah
atas jasa para ulama dan santri loh dek, apa coba kitab panutan mereka?
Yang jelas bukan komik Doraemon.
Suatu
hari nanti kakak akan menceritakan kepada keturunan kakak bahwa ada
banyak oknum bertulisan seperti bijak yang aslinya bahkan nggak ngerti
apa arti bijak itu sendiri. Orang-orang yang menginginkan situasi yang
sangat fana dan diluar jangkauan realitas hanya karena ingin diterima
oleh berbagai pihak. Kakak harap dek Afi gak masuk sebagai jajaran oknum
itu 
Terakhir, kakak mau menukil quote dari Abdullah bin Mas’ud :
“Ilmu itu bukanlah sebuah kemahiran dalam berkata-kata, tetapi ilmu itu (menimbulkan) taqwa kepada Tuhan”
Dari hamba Allah yang masih mencari ilmu
